Tampilkan postingan dengan label holiday stories. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label holiday stories. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Desember 2014

Amazing Race in Bandung

Uuuuuyyyeeeee... Sahabatku... My Lovely Blog... Ketemu lagi... \(^_^)/ Senangnyaa... setelah hampir sebulan..

Kali ini ceritanya baru nih.. Cerita jalan - jalan lagi.. Nge-trip lagi.. Tapi kali ini nge-tripnya agak mewah.. Hahaha... Maklum gretongan alias gratisan dari kantor..

Ngetrip ke Bandung euy.. kata orang tempatnya para mojang geulis dan Parisnya pulau Jawa, Hehehe.. Selama acara kantor tsb, yang paling gila selain kegiatan off road adalah sesi Amazing Race. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok diberi clue dan modal per orang masing - masing 50 ribu doang. Bayangin yaa.. disuruh keliling Bandung, ngerjain puluhan tantangan cuma dengan modal 50 ribu per orang. Haiiiyyyaaa...

Setelah berjalan dari Hyatt Hotel hingga ke Gedung Sate, Capek gila..
Tantangan menemukan penjual cireng & makan cireng
Kelompok saya berisi 6 orang, yaitu Bu Haeny (Acc), Bu Yanti (kasir), Pak Supri (AR), Pak Rino (Gudang) dan Pak Badrul (Manager IT). Amazingnya yaaa... Kelompok saya semuanya sudah sepuh euy.. Hahaha.. yang muda alias berumur < 30 tahun cuma saya. Wkwkwkwkuk.. Padahal tantangan nya bo'.. Penuh dengan kegiatan outdoor dan panas - panas.. Hahaha.. But its okay.. Never mind.. With the spirits of Bonek, we will through the challenges.. Uuhhuuyyy..

Tantangan di museum Geologi
Tantangan kasih makan kuda pake wortel
Ini patung loh.. Adanya di museum Pos Indonesia
Tantangan yg ga saya lakukan ya ini, makan es durian, yeiikksss
 Awalnya sih saya sempat meradang di dalam hati, kenapa tantangan nya susah - susah dan mesti pergi - pergi ke tempat yang kami sekelompok tidak tahu sama sekali. Tapi akhirnyaa... setelah semua tantangan berlalu, saya merasa bersyur sekali pernah ikut dalam acara ini. Bukan tentang kemewahan dan pleasure yang ditawarkan oleh kantor, tapi tentang semua kenangan yang tercipta pada saat amazing race. Buat Pak Karsono & Pak Tiong, terima kasih banyak sudah mengajak saya dalam acara ini.

Selasa, 03 Juni 2014

Pendakian Ke Gunung Semeru Bersama Jangkrik

Perjalanan ini menapak dari 26 Mei 2014 hingga 29 Mei 2014.

- 26 Mei 2014 -

Huuftttt... sudah jam 16.15 tapi pekerjaan di kantor masih menumpuk. Aku bergegas menyelesaikan tugas - tugasku. Di dalam benakku hanya ada bayangan gunung Semeru. Ahhh.. ingin sekali lekas pulang dan segera berangkat kesana.

Ba'da isya, akhirnya pekerjaan kantor selesai. Aku segera pulang ke rumah dan menuntaskan packing. Denhan hati deg - degan aku meminta ijin sekali lagi ke orang tuaku agar dibolehkan berangkat. Tuhannn.. semoga perjalanan ini Engkau berkahi.

packing
Terima kasih sayangku FTPU. Kau berhasil meyakinkan orang tuaku untuk merelakan aku kembali merasakan nikmatnya naik gunung. Setelah hampir 8 tahun aku terpisah dari suasana gunung, tahun ini, bulan ini, aku diberi kesempatan mencium harumnya petualangan ke gunung Semeru.

Tepat pukul 9 malam kami berangkat ke desa Tumpang, Malang. Sampai disana sudah lewat tengah malam. Untunglah masih ada manusia super baik hati yang bernama Mbak Nur yang rela menjadikan rumahnya sebagai tempat singgah para pendaki seperti kami. Terima kasih buat keluarga Mbak Nur yang menyambut dan menyuguhkan keramahan kepada setiap pendaki yang melepas lelah di desa Tumpang.

- 27 Mei 2014 -

Pertemuan ini tidak sengaja. Tapi, saya percaya bahwa tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Selalu ada alasan mengapa Tuhan mempertemukan manusia satu dengan manusia lainnya. Hari ini awal pertemuan kami dengan mereka, mereka yang benar - benar asing. Sembilan orang dari berbagai daerah di Indonesia bertemu disini, di depan kamar mandi rumah Mbak Nur. Mereka dan kami bergabung menjadi kita, yang disebut tim Jangkrik Boss. Kita.. adalah para orang gila yang terikat pada satu takdir, petualangan.

Bang Tompel, Bang Iyan, Gecol, Dany, Gilang, Bang Robert, Bang Bayu, Fedi, Hasenda, Fian dan Ucik.
Sebelas orang dengan satu tujuan yang sama, Semeru.

menunggu angkot mogok ga kuat naik
sudah sampai di terminal
Jam 8, para JB berangkat ke Ranupane. Dulu, transportasi dari Tumpang ke desa Ranupane cukup menggunakan truk yang mengantar langsung. Dengan adanya peraturan baru dari dinas perhubungan, kami harus naik angkot dulu ke terminal ranupane kemudian oper naik jeep atau truck ke pos perijinan Ranupane. Perjalanan menuju Ranupane is so amajing. Lukisan Tuhan terpampang sangat indah. Pemandangan puncak Mahameru dan lembah gunung Bromo terhampar menyejukkan mata.

puncak Mahameru selama perjalanan ke Ranupane

mau yang mana ?
lembah arah ke Bromo

Tepat pukul 13.00, para JB memulai pendakian. Disertai doa dalam barisan melingkar dan semangat yang diteriakkan, para JB melangkah penuh kebanggaan dan harapan menuju ke puncak.

Danau Ranu Pane

Ranu Kumbolo

Para Brader JB
Sepanjang perjalanan, tidak ada rasa lelah di kaki dan punggung saya. Para brader JB sungguh luar biasa bersemangat dan gokil. Rasanya hidup saya tidak ada masalah, hanya tertawa menyimak humor mereka. Dari mereka saya belajar satu pelajaran penting, kepercayaan. Tanpa kepercayaan, bagaimana mungkin mereka bisa mengijinkan saya bergabung dalam kelompok mereka. Tanpa kepercayaan, bagaimana mungkin mereka bisa rela mengambil tanggung jawab atas saya di dalam kelompok mereka. Saya.. saya yang mereka kenal beberapa menit yang lalu. Terima kasih braders.. Terima kasih FTPU, kamu sudah berjuang menjaga dan memenuhi keinginanku.

paling seneng liat dia tidur
Matahari mulai bersembunyi di balik bumi. Cahayanya sedikit demi sedikit memerah di balik samudra awan. Kami akhirnya sampai di Ranu Kumbolo saat bintang telah menari di langit malam. Ahhhh.. perasaan bahagia ini kembali muncul.. Sama seperti perasaanku saat pertama kali aku melihat bintang dan langit malam di puncak gunung Penanggungan. Hmm.. sudah lama sekali kiranya, 10 tahun yang lalu.

Selamat malam sayang.. selamat malam kehidupan.. selamat malam angin.. selamat malam dunia..





- 28 Mei 2014 - 

Hhhooaaaammm... Fajar mulai menyingsing. Warna merah dan orange mengintip dari cekungan dua bukit di atas danau Ranu Kumbolo. Subhanallah.. Sungguh Maha Besar Allah..

Sunrise di Ranu Kumbolo
Asap yang keluar dari mulut, tubuh yang menggigil di balik jaket tebal, kaki yang gemetar di dalam kaos kaki, telinga yang membeku di balik rambut, semuanya tak terasa ketika matahari memutuskan terbit di tengah cuaca yang cerah dan langit yang jernih.

In front of lembah oro oro ombo
menatap lukisan Tuhan
say cheese
Terima kasih Allah.. Engkau masih memberikan mata untuk melihat, hidung untuk bernapas, telinga untuk mendengar, mulut untuk berbicara, tangan untuk menggenggam, kaki untuk melangkah, badan untuk berdiri dan hati untuk mencintai. 



Yaaa.. hati untuk mencintai. Terima kasih juga ya Allah.. Engkau menganugerahkan aku seseorang bernama FTPU agar aku bisa merasakan mencintai seseorang dengan sangat. Terima kasih sudah mempertemukan aku dengan FTPU agar aku bisa belajar menghargai apa yang aku punya. Terima kasih sudah membiarkan aku memiliki FTPU agar aku belajar untuk menjaga. Dan terima kasih sudah memenuhi hatiku dengan keikhlasan agar aku kuat dan terlatih patah hati.

FTPU.. satu nama yang mampu membolak balikkan perasaan saya. FTPU.. satu nama yang ingin sekali kujadikan imam dalam hidupku. FTPU, satu nama yang tetap muncul bayangannya meskipun 25 jam saya bekerja. Dan disini, nama itu sekali lagi menusuk dalam hati ini. Tapi aku tetap menjadi seorang cewek lemah yang selalu mengalah karena cinta.

Di atas tanjakan cinta, aku menggantungkan takdirku selanjutnya. Di atas tanjakan cinta, aku berdoa agar ruang di hatinya hanya dipenuhi oleh namaku, olehku. Di atas tanjakan cinta aku memanjatkan doa agar hati ini tidak lagi terluka seperti di masa lalu. Di atas tanjakan cinta hati ini berharap agar dia yang bernama FTPU mampu melepaskan segala masa lalunya. Hanya ada kita dan masa depan.

Prepare ke Tanjakan Cinta

Landscape Gunung Semeru dari atas Tanjakan Cinta
Perjalanan para JB berlanjut ke Kalimati. Sebelum sampai sana, para JB melewati sebuah kebun bunga ciptaan Tuhan. Kebun bunga lavender dan edelweis di lembah dua bukit. Padang bunga itu bernama Oro - Oro Ombo. Berjalan diantara nya seperti surga. Wangi semerbak bunga. Malam kedua ini, para JB mendirikan rumah sementara di pos Kalimati.

- 29 Mei 2014 -

Tidak banyak yang bisa saya tuliskan disini. Hanya para JB yang bisa merasakan. Langkah demi langkah dimulai sejak pukul 00.00 menuju ke puncak Mahameru. Tiga langkah mendaki hanya menghasilkan satu langkah maju. Tak ada lagi yang dapat mendorong sampai ke puncak kecuali semangat.

dari pinggir jurang

And here they go.. The Top of Mount Semeru.. Samudera di atas awan...

Bang Iyan lagi Pose
4 personil Jangkrik lagi pengibaran bendera

Terima kasih kepada seluruh kawand kawand yang tergabung dalam tim Jangkrik Boss


Jangkrikkkk Booosssssss



Prepare to Ranu Kumbolo

Holaa... holaaa.... long holiday is coming.. Minggu terakhir Mei banyak libur dan hari kecepit, hehehe.. Finally saya ambil cuti 2 hari. Next trip saya adalah Ranu Kumbolo, Gunung Semeru. Rencananya saya berangkat 26 malam dari Surabaya dan turun gunung tgl 29 Mei.

Nah.. buat para pembaca, saya hanya ingin share sedikit pengetahuan saya soal persiapan mendaki gunung untuk pemula. Buat para pendaki pemula, ada 3 hal yang perlu benar - benar disiapkan sebelum berangkat pendakian.

1. Siap Mental & Pikiran

Mengapa poin ini saya taruh sebagai nomor satu, karena faktor ini lah yang paling banyak mempengaruhi sewaktu mendaki. Yakinkan hati dan diri kalian bahwa kalian memang mau berpetualang, bukan karena ingin pamer atau biar terlihat keren seperti di film 5cm. Mengapa begitu ? yup, pendakian bukan seperti traveling biasa, jika capek bisa panggil taksi buat mengantar. Disana benar - benar berhadapan dengan alam jadi harus mandiri dan semua solusi harus kita lakukan sendiri.

Jika tidak ada niat yang kuat, hampir pasti para pendaki akan cepat merasa lelah dan berat untuk melanjutkan perjalanan. Ketika lelah, hanya semangat dan pikiran yang kuat lah yang akan bisa mendorong para pendaki untuk tetap lanjut dan berpikir jernih.

Oiya, pesan saya, jangan pernah mendaki di saat pikiran kalian lagi kacau atau menggalau berat. Kebanyakan pendaki tersesat dan mengalami musibah karena mereka hanya bondo nekat karena pikirannya kacau atau kosong.

2. Siapkan Fisik & Kesehatan

Ini syarat kedua yang paling penting. Tanpa fisik yang kuat & kesehatan yang baik, perjalanan pendakian akan lebih sulit dijalani. Bisa jadi, malah akan menyusahkan rekan seperjalanan jika kita jatuh sakit di tengah jalan.

Mulai persiapan fisik setidaknya 2 minggu sampai sebulan sebelumnya jika medannya tidak berat. Jika medan gunung ekstreem atau berat, persiapan fisik lebih lama akan lebih menguntungkan pendaki. Persiapan fisik bisa dimulai dengan joging setiap hari. Apabila terdaftar di member gym, bisa berlatih di treadmill dengan mode hiking. Intinya sih, jaga kebugaran tubuh. Saya biasanya menjaga kebugaran tubuh dengan joging, push up, sit up dan back up. minimal 3 set lah (@ 10 hitungan).

3. Siapkan Logistik & Itinery

Selain mental & fisik, logistik & itinery menjadi penentu keberhasilan pendakian. Tanpa logistik yang memadai dan itinery yang tepat, beban yang dibawa selama perjalanan menjadi kurang efisien.

Susun itinery sesuai kebutuhan. Misalkan pendakian saya ke Semeru sbb :

26 Mei
19.00 - 01.00 WIB : Perjalanan Surabaya - Tumpang

27 Mei
01.00 - 04.00 WIB : Istirahat di Tumpang
04.00 - 04.30 WIB : Prepare ke Ranupani
04.30 - 06.30 WIB : Perjalanan ke Ranu Pani
07.00 - 15.00 WIB : Hiking santai ke Ranu Kumbolo
15.00 - 16.30 WIB : Prepare for Camping di Ranu Kumbolo
dst

Nah.. itinery tsb digunakan sebagai dasar menetapkan berapa banyak baju, makanan & air yang perlu dibawa selama pendakian.

Logistik yang biasa saya bawa untuk pendakian sbb :
1. Tas carrier + rain cover tas
2. Tenda + Matras
3. Sleeping Bag
4. Kompor + gas / parafin + Nesting + korek gas (peralatan masak)
5. Piring + gelas plastik/stainless & sendok-garpu (peralatan makan)
6. Pisau kecil (kalau ada pisau lipat lengkap lebih baik)
7. Senter & baterai cadangan
8. Jas Hujan / ponco
9. Pakaian penghangat (jaket tebal, kaos kaki, slayer / penutup telinga, sweater, dsb)
10. Sepatu untuk hiking (lebih baik lagi membawa cadangan sendal gunung)
11. Kompas / peta rute gunung tsb (jika bisa menggunakannya)
12. Makanan & air sesuai lama perjalanan

Nahhh.. kalau persiapan udah matang... Selamat melakukan perjalanan... Hehehe...

Dan selalu ingat prinsip petualang :

Jangan Mengambil Apapun Kecuali Gambar.
Jangan Membunuh Siapapun Kecuali Waktu
Jangan Meninggalkan Apapun Kecuali Jejak

Good Luck For Your Adventure...

Minggu, 18 Mei 2014

Menjelajah Gunung Kidul

Hoolaaaa... Im back... :D

Ada cerita nge-trip lagi nih.. masih hangat.. Hehehe.. Kali ini saya nge-trip lagi tapi dengan suasana berbeda, bukan dengan tim yang biasanya saya mbolang. Qiqiqiqi.. Tapi dengan satu divisi saya dari divisi Risk Management. Tim nge-trip kali ini mulai dari General Manager hingga adminnya. Still remember..

Awalnya ada cerita nge-trip karena ada tugas dari kantor bahwa setiap divisi harus mengadakan acara gathering agar meningkatkan solidaritas satu divisi. Jadilah kami memilih Jogjakarta sebagai destinasi acara gathering. Kami bertujuh berangkat dengan menggunakan satu mobil, semuanya bisa nyetir kecuali saya. Hahaha... jadi malu.. selama perjalanan saya kayak penumpang yang nunut. Tapi cuek aja karena saya peserta termuda, wkwkwkwk..

Day 1 : Pantai Indrayanti - Pantai Drini - Air Terjun Sri Gethuk

Perjalanan ke Jogja kali ini tidak mau seperti biasanya yang hanya berwisata ke kotanya. Kami ingin menjadikan perjalanan ini lebih dari sekedar wisata, tapi sebuah momen untuk dikenang. Untuk itulah, kami memilih tujuan pertama kami ke daerah gunung Kidul, Wonosari.

Perjalanan melalui jalan utama Surabaya - Jogja, namun sampai di Prambanan kami belok kiri ke arah Wonosari. Berangkat jam 9 malam dari Surabaya, baru sampai di Pantai Indrayanti sekitar pukul 7 pagi.Wuihhh.. jalannya mantappp... sepihh.. masih pedesaan dan udaranya sejuk, beda banget sama daerah di Jogja saat ini. Pemandangannya bagus banget.. Bagi yang wisata ke Jogja, rugi kalau tidak menjelajah daerah Wonosari & Gunung Kidul.


Sampai di pantai Indrayanti, kami bermain - main sebentar dan tentu saja narsis. Hahaha... Ehhh.. ehh.. ga disangka yaa.. ternyata bapak - bapak & ibu - ibu yang biasanya bertampang serius di kantor berubah jadi gokil semua, it's all about fun pokoknya.. Wkwkwk..











Setelah puas main di pantai Indrayanti, kami melanjutkan ke salah satu pantai lain yang masih tergabung dalam gugusan pantai tsb. Next beach is pantai Drini. Pantai ini lebih sunyi daripada Indrayanti, mungkin lebih jarang didatengin wisatawan kali ya.. padahal untuk spot foto, pantai ini lebih bagus dan makanannya juga lebih murah.

Kami mencoba sarapan di salah satu warung. Kami mengambil menu seafood, ada tuna, kakap, cumi dan udang. Sambalnya bo'... puedessss... ampun dah... wkwkwk.. keringetan semua..


Bensin perut sudah terisi penuh, perjalanan lanjut ke Air Terjun Sri Gethuk. Air terjun ini terkenal seperti grand canyon-nya Pangandaran. Kami pun bertekad kesana untuk membuktikan.

Setelah sampai disana, kami harus naik perahu "getek" bambu dulu agar bisa menuju air terjunnya. Sebenarnya air terjunnya sih biasa aja, masih banyak yang lebih bagus. Kelebihannya disana adalah sungainya bisa dibuat adu nyali terjun bebas dari atas bukit. Hehehe.. berani ??? try it, cool...


Waktu menunjukkan hampir jam 3 sore, kami bergegas menuju kota Jogja untuk check in di hotel. Melewati Jogja Expo Center, kami mampir ke rumah makan Ny. Suharti. Nyammmm... enyakkk... patut dicoba kalau di Jogja. Rasanya beda dengan makanan yang dijual di cabang - cabang Ny. Suharti di Surabaya. Setelah puas early dinner, kami check in di Hotel Ishiro, Jl. Kaliurang.




Day 2 : Around Center of Jogeja

Hari kedua kami menyusuri pusat kota Jogja. Awalnya karena pak manajer bagian legal pengen sekali melihat Benteng Vredenburg. Mobil sudah diparkir di halaman, foto - foto.. jebret..jebret..jebret.. lalu kami ke loket dan taraaaa.. loketnya tutup.. hahaha.. ternyata setiap hari Senin, benteng tsb ditutup untuk pembersihan. Kecewa sudah bapak manajer kami.

Tak mau melewatkan kesempatan, kami ganti rencana. Mobil tetap diparkir di halaman benteng. Kami menyewa becak untuk berkeliling pusat Jogja. Setelah tawar menawar, jadilah naik becak harga 15ribu  dengan rute kerator, bakpia patok, dagadu & pusat grosir batik.


Selama naik becak, bapak & ibu GM Risk terlihat senang sekali (maklum sudah sepuh), hehehe.. Sudah berapa pose kami habiskan untuk di abadikan selama naik becak, hahaha... It's wonderfull.. Rasanya seperti anak kecil yang dapat mainan baru..

Di dalam keraton, Bapak GM saya tertarik ingin membeli miniatur becak & sepeda. Setelah ditanya harganya, wuihhhh... gila bo'.... 500 ribu sepasang.. Hmm.. syalala..syalala deh harga segitu.. lalu saya disuruh menawar, karena beliau kepengen banget.. Karena dasarnya saya orang Surabaya, yaaa saya tawar ngawur aja.. jadi 100 ribu sepasang.. yang jual ngomel - ngomel.. hahaha.. setelah goda - goda dikit.. jadilah harga 250 ribu sepasang.. Beliau mau beli dengan harga segitu.. Amazingnya.. Beliau membelikan saya 1 pasang juga lho.. Hahaha.. (berarti kan beliau sama - sama ngeluarin duit 500 ribu yahh...). Saya sih seneng - seneng aja dibeliin.. gretongan.. wkwkwkwk...


Setelah dari keraton, kami mampir ke pusat grosir batik & butik batik. Woaaaa.. para cewek kalap semua.. Keluar dari toko, semuanya bawa tentengan tas belanja.. Qiqiqiqi.. Bapak - bapak pada geleng - geleng kepala.. Mikir kali yaa... kasian nya para suami kerja cari duit, para cewek belanja.. hahaha... (kodrat.. kodrat...)

Next destination adalah pabrik bakpia patuk 25 di jl. kolonel satsuit tubun. Masuk gangnya aja udah kecium bau harumnya kacang ijo yang masih panas.. yummy... disana kita bisa melihat langsung proses pembuatannya. Kami masuk ke dapurnya, apalagi kalau bukan untuk incip - incip dan foto - foto.. Saya mencoba membuat bakpia, deuhh.. susah.. apalagi cetaknya kecil - kecil.. huaaa.. butuh keuletan tingkat tinggi biar ga bosen duduk terus..

Puas mengubek - ngubek pabrik bakpia patuk, kami lanjut ke toko kaos dagadu. Nah.. disini, para bapak - bapak yang gantian kalap beli kaos buat diri mereka dan oleh - oleh. Saya menunggu di depan saja sambil ngiler kepingin pentol cilok yang mangkal di seberang toko, hahaha..

Pada saat berangkat, becak yang kami naiki masih lowong. Nahh.. setelah keliling, becak kami penuh bgt sama barang belanjaan, sampai orang di dalam becak tidak terlihat. Hahahaha... Karena becak yang kami tumpangi sudah full, kami memutuskan kembali ke mobil untuk menaruh barang - barang. Tak terasa kami sudah 4 jam berkeliling. Sayangnya.. sewaktu lewat tugu jogja, kami tidak sempat berfoto karena kepenuhan barang belanja.. so sad.. padahal tugu jogja adalah ikonnya jogja..

Hmm.. barang - barang sudah masuk semua ke dalam mobil. Kini.. giliran malioboro yang kami ubek - ubek alias belanja lagii... hehehe.. Disana, tujuan saya cuma satu yaitu menemukan tokonya batik pangestu. Demi membelikan oleh - oleh batik couple pesanan pacar saya.. Hehehe.. Akhirnya setelah bolak balik menyusuri malioboro, saya nemu juga.. Fiuuhh... capeknya berkeliling.. tapi gpp, terbayar sudah dengan membeli batik couple warna ungu.

Day 3 - Return Home

Upps.. sudah saatnya pulang.. Hiiyyaaa.. masih pengen liburan Pak...

Perjalanan pulang terasa sangat spesial.. Bagaimana tidak, yang jadi sopirnya selama Solo - Surabaya adalah bapak GM kami.. Hahaha.. baru kali ini merasakan liburan disopirin sama GM.. (kapan lagi coba...hehehe)

Perjalanan malam seperti maen game balapan, gilaaaaa... kecepatan selalu di kisaran 80 - 140 km/jam. Hassshhh... jantung ini berdetak lebih kencang setiap menitnya.. (efek kebiasaan tidak bisa tidur di perjalanan dan harus melihat dekatnya kendaraan yang berpapasan dengan kami). Saya tidak membayangkan menjadi Mas Dede yang harus duduk di kursi depan menemani Bapak GM menyetir, sampai pegangan erat bgt loh.. Hahahaha...

Yang lebih keren lagi, kami ikut di belakang rombongan mobil pemerintah. Perjalanan lancar jaya.. tapi ya gitu.. seperti maen game.. wuss.. wuss.. wusss... fast furious lah.. hehehe.. alhasil, solo - surabaya cuma 4 jam.. how is it.. wkwkwk...

Finally.. sampai di kantor jam 1.30 pagi.. balikin mobil kantor kemudian pulang ke rumah masing - masing.

Terima kasih banyak semua tim divisi Risk Management.. I will never forget that moments.. Meskipun kita tim kecil, tapi lebih terasa seperti keluarga.. You all are so rock, yeahh... Hahaha..

Thanks for the memories..



Rabu, 23 Oktober 2013

The Most Beautiful Trip

Hai Sahabat.. kali ini saya mau menceritakan trip terbaru saya. Trip kali ini ga direncanain, just happened gitu lah.. Hehehe.. Yippy.. perjalanan kali ini ke Pantai Popoh & Gunung Kelud.

Berangkat Senin malam, 14 Oktober 2013, kami bertujuh tergabung dalam Next Trip Team. Tujuan pertama kami adalah Pantai Popoh, salah satu wisata terkenal di Tulungagung, Jawa Timur. Seperti biasanya, anggota tim tertua kesayangan kami melajukan mobilnya dengan santai. Jalur yang dilewati bukan jalur arteri sehingga perjalanan agak menegangkan karena lewat desa, sawah dan hutan. But, that's the point of the trip. Road to unusual rute.

Sebenernya perjalanannya tidak ada yang berbeda dari perjalanan saya sebelumnya. Melewati jalur yang tidak biasanya, berjalan santai dan penuh candaan dari semua anggota tim. Tapi perjalanan kali ini terasa berbeda. Untuk saya pribadi, trip kali ini lebih istimewa. Trip pertama ditemani orang yang saya sayangi. Sepertinya para teman ini sedang mengerjai saya dan F.P.U. Kami diminta duduk di jok belakang. Hmmm... assooyyyy... sepanjang perjalanan, glodak - glodak kebentur jok dan kepepet tas - tas mereka. Hmmm... but, with love, everything looks easier. Ciiieeee... qiqiqiqi

Selasa dini hari kami baru sampai di Pantai Popoh. Udaranya segarrrrr.. beda banget dengan udara Surabaya. Suasana pantai sedang sepi, tidak terlihat pengunjung atau warga sekitar. Mungkin karena hari itu bertepatan dengan hari raya idul adha.



Sampai disana, kami langsung melakukan ritual rutin setiap kali nge-trip, yaitu main Uno. Hahaha.. kami bertujuh main uno di pendopo pantai popoh sambil ditemani coklat silverqueen dan chunkybar. Ada new player di permainan uno kami yaitu F.P.U. Ga nyangka ternyata dia jago juga meskipun pertama kali main uno, hehehe.. saluuttt.. <3

Sebenarnya view pantai popoh tidak terlalu bagus. Pantai - pantai yang pernah saya datangi sebelumnya jauh lebih indah. Namun ada satu momen yang membuat saya merasa pantai ini punya keistimewaan. Di tepi pemecah ombak, saya dan F.P.U berbagi cerita tentang hidup. Tidak ada maksud saling menggurui atau menghakimi, kami hanya bercerita tentang apa yang sudah kami alami dalam hidup. Just share. Hanya saling mendengarkan satu sama lain, karena kami pun ga mampu memperbaiki kenyataan yang sudah terjadi. It's the best moment there for me. Terima kasih Allah.

Jam menunjukkan pukul 2.30 pagi. Kami beranjak dari bundaran uno dan mencari tempat bermalam yang paling PW alias posisi wenak, hehehe... And finally, area bermalam terbagi menjadi dua. Cacak, Inek and Nike bermalam di joglo. PW bgt dah pake sleeping bag. Sedangkan saya dan tiga orang lainnya terpaksa bermalam di dalam mobil. Yang penting ga kedinginan kena udara malem.

merayu.com
Saat pagi datang, kami berkeliling menjelajah pantai popoh dan tentu saja hunting foto. Assekkkk.. yang paling ditunggu - tunggu saat nge-trip. Narsis mode on. Check it out !!!

women only

on the broken boat

Setelah puas ambil foto di popoh, kami melanjutkan perjalanan ke Gunung Kelud. Di perjalanan kami mampir di warung kecil untuk sarapan. Ya ampyunnn.. murah banget bo'.. masa kami makan dan minum bertujuh cuma habis 47ribu. Woawwww.... andai di Surabaya masih ada makanan seharga itu, hehehe..

Kami mengambil rute jalan pintas ke gunung Kelud, yupp lewat Blitar. kami mampir ke rumah saudara F.P.U untuk mandi dan bersih - bersih badan, biar ga bau.. hehehe.. Selama disana, saya merasa nyaman banget. Entah kenapa tapi setiap perjalanan yang saya lewati, suasana pedesaan dan masyarakatnya selalu bikin saya merasa nyaman dan hangat.

Perjalanan berlanjut ke Gunung Kelud. Perjalanan yang agak menegangkan karena ternyata kami harus menyebrang sungai dengan mobilnya di atas kapal tongkang. Weewww... pengalaman pertama naik kapal tongkang di atas mobil. Hahaha.. tapi tetep, momen harus di abadikan lewat foto.

narsis


Finally, kami sampai di Gunung Kelud. Hhoooaaaa... kerennnn banget.. banget... viewnya indah sekalali. perpaduan antara kemegahan alam dan tekhnologi manusia. Bagus banget.. Hawanya segar, ga tercium bau polusi. Hehehe.. bahagia mode on..

Di area wisata gunung Kelud ada beberapa wahana yang bisa dicoba, antara lain ada teater yang menampilkan kisah meletusnya gunung kelud hingga terbentuk anak gunung kelud. Selain itu ada arena flying fox dan mobil 4WD. Di pinggir tebing disediakan bangku - bangku untuk menikmati pemandangan kaki gunung.

Agar bisa melihat keindahan puncak gunung kelud dan anak gunung kelud, kita harus melewati terowongan yang membelah gunung kelud. So scary..

di dalam terowongan kelud

candid mode on
Wisata ini patut didatangi dan menjadi salah satu tempat wisata favorit saya. Bagi yang ingin foto pre-wedding, area gunung kelud mampu menampilkan suasana menawan sebagai latar belakang pasangan. Try it.. ^_^ 9

Okey, sahabat.. Intinya sih, ini perjalanan saya yang paling membahagiakan. Hahaha.. because of love kayaknya.. ciakk..ciakk..ciakkk... melow banget.. Ok my dear, see you at next trip !!!





the most beautiful moment

thanks to Next Trip Team




 


Rabu, 11 September 2013

TOURING TO NGAYOGYAKARTO

Yihaaaa... Muachh..muacchh.. cup.. cup... Ketemu lagi sama sahabat saya satu ini.. My Dearest Blog.. Luph U...

Saya mau cerita trip ke Jogja nih... Trip bergaya turing plus adventure, hahaha...

Mumpung ada libur kemerdekaan, saya dan partner-partner ngetrip biasanya berangkatlah turing. Planning awal sih ke Semeru lalu berubah ke Pasir Putih Situbondo lalu ke Tuban, ehhh endingnya ke Jogja lagi.. hahaha.. yasudahlah, daripada ga jalan - jalan sama sekali. Walhasil dijalankanlah turing sehari semalam ke Jogja.

Perjalanan dimulai tanggal 16 Agustus 2013 jam 8 malam berangkat dari base camp, yaitu rumah saya. Mobil cek oke, bantal dan boneka cek udah ready di mobil, perlengkapan cek beres. Estimasi waktu nyampe sih besok subuh.

Bapak Kami Tersayang = Cacak Budi

Plan itinery :
08.00 pm - 03.00 am : Perjalanan ke Jogja
03.00 am - 05.00 am : Sunrise di Candi Prambanan
05.00 am - 07.00 am : Bersih diri & breakfast
07.00 am - 09.00 am : Perjalanan ke Kaliurang
09.00 am - 12.00 am : Santai di Kaliurang
12.00 am - 03.00 pm : Jalan - jalan & belanja ke area Malioboro - Keraton
03.00 pm - 10.00 pm : Perjalanan pulang ke Surabaya
pose dulu

Mantap kan itinery nya... Hohohoho...

Makan tengah malam di SPBU yang tutup
Saat perjalanan ke Jogja, satu - satunya driver (Cacak Budi) memilih jalan alternatif lewat Mojokerto pelosok. Niatnya sih menghindari macet, ehhh malah nyasar ke tengah hutan dan sawah - sawah.. Agagaga.. walhasil cuma mobil kami aja yang lewat situ.. Sunyi, senyap, dinginnnn banget.. Padahal udah ga pakai AC lho..Sampai di Caruban, wuihhh macet euy... Lewat Solo, kena macet lagi.. Hahaha..

Rest Area Tempat Kami Bermalam

Mandi Duyu ah...

Jam 08.00 am masih sampai di Solo, perut udah mulai krucuk..krucuk.. Wkwkwkwk..
Kami mampir ke Depot Sop Ayam Solo. Menunya macem - macem tapi tetap berupa sop berbahan dasar ayam, hehehe... Segala bagian tubuh ayam ada sebagai lauknya.. Sop ini ga seperti sop dengan sayuran wortel dsb. Hanya kuah sop dengan isi ayam.Tapi rasanya, hmmm... mantappp... Mak Nyusss... (perlu dikaji apakah itu efek kelaparan atau tidak, hehehe)

seporsi Sop Ayam = rp 9000

 Setelah makan pagi, perjalanan lanjut ke Prambanan sesuai tujuan awal. Sampailah di Prambanan jam 9 pagi, hahaha.. Mimpi lihat sunrise di Prambanan kandas.. Turun mobil, stretching dulu ah.. Kami semangat sekali menuju loket masuk, secara info dari teman tiket masuknya cuma 11ribu rupiah.
"Mbak.. beli tiket masuk ya.. Berapa Mbak ?"
"150 ribu Mas.."
Whaddsss.... Omigod.. udah beda jauh harganya.. hahaha.. Kami foto - foto aja deh di halamannya Prambanan, yang penting kan udah pernah masuk area Prambanan.. Hahaha...

My Team

Tim Nge-Trip

Kemudian kami cuss ke arah kota. Plan ke Kaliurang diurungkan dulu karena si Bapak Sopir kesayangan capek dan pengen istirahat.

Masuk kota Jogja, wuihhh macet bo'... ada upacara kemerdekaan, jadinya tempat - tempat wisata pada tutup semua (manyun mode on).. Benteng Vre Denburg & Keraton ditutup pada hari itu. Apess dahh... Hahaha...

Yasudah.. kami belanja saja ke Malioboro. Saya beli cerutu buat oleh - oleh pesanan ayah tercinta. Oiya, saya juga beli kaos Dagadu Jogja yang ASELI lho.. Untung stock kaos dengan ukuran yang saya mau beli ada. Biasanya kalo ga ada ukurannya ya warnanya yang habis.

Jam 2an kami balik pulang ke Surabaya. Sekitar jam 4 sore, perut udah mulai keroncongan parah.. Hahaha.. kami sampai lupa makan siang.. Kami berlima yang biasanya hiperaktif ngobrol ngalur ngidul jadi pendiam.. efek lapar.. Hehehe...Cacak Budi banting stir ke depot Gudeg Solo.. Enakk.. Murah euy.. Per porsi cuma 8ribu...

Trip pulang berlanjut.. Masuk area sragen  udah malem, jam 7an, lagi - lagi si bapak sopir kesayangan kami ambil rute lewat tengah hutan. Serasa di film horor.. mana yang masih idup cuma tinggal saya,  cacak Budi & mas B2K.. Sunyii.. senyapp...

Sampai di Ngawi sekitar jam 11an, kami mampir ke angkringan kopi. Tempatnya enak lho.. ga nyangka di desa ada angkringan kayak gitu.. hehehe.. (saya kira cuma ada di kota). Nongkrong di pinggir jalan sambil menyeruput wedang dan nyemil kacang. Asseekkkk... Berhubung saat itu malam minggu, kami pun ditemani ABG2 pacaran, lumayan lah cuci mata liat orang mesra - mesraan.. Hohohoho... ;D

Finallyyy.... We back home jam 5 pas sampai di base camp..

Pesan buat yang mau turing semalem dari Surabaya - Jogja pas liburan, pikir2 lagi deh.. Waktu tempuh normal udah ga berlaku euy...